Setelah mengetahui dasar materi beserta rumus pengerjaan soalnya, selanjutnya kalian bisa menyimak contoh soal Hukum Hooke. Dimana variasi contoh soal Hukum Hooke di antaranya adalah benda elastis dan susunan pegas seri ataupun paralel. Pada kesempatan ini contoh soal Hukum Hooke kami berikan dalam bentuk soal pilihan ganda. Contoh Soal 1 Pembahasan x 1 = 15 cm = 0,15 m x 2 = 18cm = 0,18 m k = 200 N/m Hukum Hooke dirumuskan sebagai F=k Δx Pegas berada dalam keadaan setimbang, maka gaya pemulihyang bekerja pada pegas sama dengan gaya berat benda yang digantungkan pada pegas tersebut, sehingga berat benda yang digantung dapat diketahui dengan Jadi, jawaban yang benar adalah B. Supaya resultan nol, maka F1 = F2. - Gaya Pegas. 1. Sebuah pegas panjang mula-mula 20 cm. Oleh karena ditarik dengan gaya 20 N, panjang pegas menjadi 25 cm. Tentukan konstanta pegas! Jawab: Δx = x1 – x0 = 25 – 20 = 5 cm = 5 x 10-2 m. 2. Sebuah pegas panjangnya 100 cm dan konstanta pegas sebesar 400 N/m. Contoh Soal Rangkaian seri dan paralel. Post a Comment. Soal 1. Tentukan hambatan pengganti antara titik A dan C dari rangkaian di bawah ini. Jika R1 = 2Ω; R2 = 4Ω; R3 = 2 Ω; R4 = 2Ω dan R5 = 8 Ω! Jawab: Dari rangkaian dapat kita ketahui bahwa R1 dan R4 disusun seri dan R2 dan R5 disusun seri. 9. Berikut ini susunan rangkaian paralel dan seri. Susunan seri ataupun susunan paralel pegas pada dasarnya memiliki tujuan tertentu. Susunan seri bertujuan untuk memperkecil konstanta pegas sehingga pertambahan panjang yang dialami sistem pegas akan lebih besar, sedangkan susunan paralel bertujuan untuk memperbesar konstanta pegas sehingga pertambahan panjang sistem pegas lebih kecil Berdasarkan susunannya, pegas dapat dibedakan menjadi 3 yaitu: susunan pegas seri, susunan pegas paralel, dan susunan pegas seri-paralel. 1.Susunan Pegas Seri Apabila pegas disusun secara seri maka: 1.Gaya pengganti susunan paralel sama besarnya dengan gaya susunan seri (F1 + F2 = F3). 2.Perubahan panjang pegas (x = ŕ + x3 ) atau (x = x2 + x3 Contoh Soal & Pembahasan. Dua pegas dengan kosntanta masing-masing 18 N/m dan 9 N/m. Hitung konstanta pegas pengganti jika kedua pegas disusun secara: (a) seri (b) paralel; Penyelesaian: a. Jika disusun secara seri maka $\begin{alignedat}{1}k_{s} & =\frac{k_{1}\times k_{2}}{k_{1}+k_{2}}\\ & =\frac{18\times9}{18+9}\\ & =6\mbox{ N/cm} \end Tentukan konstanta gabungan susunan pegas tersebut secara paralel maupun seri. a. 250 dan 250 b. 250 dan 125 c. 500 dan 125 d. 500 dan 500 e. 125 dan 500 . Pembahasan Diketahui : Konstanta pegas (k) =250 N/m Ditanya : Konstanta gabungan pegas paralel (kp) maupun seri (ks) Jawaban : Menentukan konstanta pengganti susunan pegas paralel. Soal rangkaian paralel dapat diselesaikan dengan mudah jika sudah memahami rumus dan prinsip dasar rangkaian paralel. Jika 2 atau lebih hambatan dihubungkan dengan posisi bersebelahan, arus listrik dapat “memilih” jalur (sama seperti mobil yang cenderung pindah lajur dan melaju berdampingan jika jalan 1 lajur terpisah menjadi 2 lajur). Perbedaan susnan pegas seri dan paralel Kriteria Pegas Susunan Seri Pegas Susunan Paralel Berderet kesamping dan terhubung Susunan pegas Memanjang kebawah dan antara pegas satu dengan pegas lainnya menggunakan penghubung. terhubung antara bagian bawah F = F1 + F2 pegas pertama dan bagian atas ∆ 1 = ∆ 2 = ∆ pegas kedua. = ∑ = 1 + 2 + 3 + ⋯ o8I5lD.